Rabu, 11 Februari 2015

Pesona Pantai Appalarang Sulawesi Selatan Yang Tersembunyi

Pantai Apparalang yang terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ini tidak seperti pantai yang biasa kita temui, pantai ini berada dibalik tebing bebatuan. Keindahan dari atas tebing akan  memamerkan perpaduan keindahan antara birunya air laut, karang-karang yang berada di antara air laut dan batuan dinding yang menjulang tinggi akan membuat keindahan tersendiri yang sangat disayangkan kalau tidak dijelajahi.

Memamg belum seterkenal Pantai Tanjung Bira atau lainnya, karena pantai Apparalang ini memang tergolong pantai yang baru dan masih sedikit pelancong yang mengetahui. Pada hari biasa pantai ini akan sepi terkadang hanya kita temui pelancong pemancing yang menghabiskan waktu dengan hobi mancing mereka. Dan hari itupun akan cocok sebagai acara menenangkan pikiran sembari menikmati keindahan pantai.

Walaupun berada diantara bukit, pelancong akan tetap bisa merasakan kesegaran air lautnya. Dari area parkir pantai kita akan disuguhkan sebuah lahan tanah yang tidak begitu luas dan berada diatas bukit. Di area itu kita akan menemukan bangunan-bangunan gazeba yang dibangun untuk tempat pelancong menikmati keindahan pantai dari atas, sebagian ada yang beristirahat atau bercengkrama diatas batuan karang besar semabri menikmati hembusan angin laut. Di Pantai Apparalang ini pengelola sudah menyediakan sebuah anjungan yang terbuat dari kayu untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin merasakan  lebih delkat dengan air laut. Air laut yang begitu bersih biru dan bening ini menggoda kita untuk segera berenang di kesegaran air laut. Kadang kita akan menemukan anak-anak dari penduduk lokal daerah sekitaran pantai yang melompat terjun dari anjungan ke air dengan senangnya. Pelancongpun bisa merasakan sensasi yang sama.
Semoga Bermanfaat..

Sabtu, 31 Januari 2015

B. Menghirup Udara Segar Dan Lingkuang Sekitar Kita

Udara merupakan unsur terpentmg dalam kehidupan, asas kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Tidak ada satu pun makhluk hidup kecuali dia membutuhkan udara.
Al Imam Al-Ghazali mengatakan, 'Andaikan tidak ada udara, niscaya akan binasa seluruh binatang darat. Karena, dengan menghirupnya akan stabil suhu badan pada segala binatang. Sungguh Allah عزّوجلّ telah menciptakan udara ini sesuai kelembutan hikmah-Nya, menciptakan pergerakannya, yang dengan itu dapat menyerap dan membersihkan kotoran bumi. Andaikan tidak ada udara, sungguh akan kotor bumi ini dan akan binasa binatang disebabkan banyaknya kotoran dan penyakit.

Ketahuilah, bahwa udara yang bermanfaat adalah udara yang seperti tabiatnya, selamat dari polusi dan kotoran. Bagus dan jeleknya udara adalah penentu sehat dan sakitnya badan.
Oleh karena itu, Islam sangat menjaga keaslian udara ini. Tidak boleh udara dicemari dan dikotori. berdasarkan keumuman firman Allah yang berbunyi :

وَلا ت فُْسِدُوا فِ الأرْضِ ب عَْدَ إِصْلاحِهَا

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. (QS al-A'raf [7]: 56)

Rasulullah bersabda :

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَرَ

"Tidak boleh membahayakan dan tidak boleh pula menimpakan bahaya."
Bahkan, para ulama menegaskan bahwa sekadar memberikan bau asap yang tidak enak kepada tetangga adalah terlarang.


Lingkungan di Sekitar Kita

Sungguh syariat Islam menganjurkan bagi para pemeluknya untuk selalu menjaga lingkungan di sekitarnya dari segala kotoran. Salah satu contohnya adalah menganjurkan untuk menyingkirkan gangguan dari jalan. Dari Abu Hurairah bahwasanya

Nabi Muhammad bersabda :

الِْْيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْ عُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِت ونَ شُعْبَة فَأَفْضَلُهَا قَ وْلُ لَا إِلَو إِلَّا الِلَّ وَأَدْنَاىَا إِمَاطَة الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالَْْيَاء شُعْبَة مِنْ الِْْيمَانِ

''Iman itu ada tujuh puluh tiga cabang lebih, atau enam puluh tiga cabang lebih. Yang paling afdal adalah ucapan La ilaha illallah (tiada Tuhan yang hak diibadahi selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Malu adalah salah satu cabang dari iman" (HR Muslim: 35)

Lantas, tempat-tempat apa saja yang wajib dijaga kebersihannya di lingkungan sekitar kita ini?

1. Masjid
Menjaga kebersihan masjid termasuk amal kebaikan yang dianjurkan oleh syariat Islam. Dasarnya ialah firman Allah :

وَإِذْ ب وََّأْنَا لْبْ رَاىِيمَ مَكَانَ الْبَ يْتِ أَنْ لا تُشْرِكْ بِ شَيْئًا وَطَهِّرْ ب يَْتَِ لِلطَّائِفِيَ وَالْقَائِمِيَ وَال ركَّعِ ال سجُودِ

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang rukuk dan sujud." (QS al-Hajj [22]: 26)

Adapun dalil dari Sunah di antaranya adalah kisah seorang Arab Badui yang masuk masjid kemudian kencing di salah satu sudut masjid. Setelah dia selesai menunaikan hajatnya, Nabi menegurnya seraya berkata : 
"Sesungguhnya masjid ini tidak boleh sedikit pun untuk
dikencingi atau dikotori. Masjid tempat untuk berzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an."
Hadits ini merupakan dalil yang sangat jelas wajibnya memuliakan masjid, menjaga dan membersihkannya dari segala kotoran dan kencing.

2. Rumah
Rumah adalah hunian makhluk hidup. Bahkan ia termasuk kebutuhan primer bagi manusia. Sungguh para salaf sangat memperhatikan kebersihan rumahnya. Di antaranya adalah apa yang dicontohkan oleh Sahabat yang mulia 'Abdullah ibn Mas'ud ,yang selalu memerintahkan untuk menyapu rumah. Hingga apa-bila dicari satu kotoran atau sedikit debu saja, niscaya tidak akan didapati.

3. Jalan dan Tempat Berkumpulnya Manusia
Demikian pula jalan-jalan dan tempat keramaian berkumpulnya manusia, kita dilarang untuk mengotori atau membuat gangguan di dalamnya dengan segala sesuatu yang membuat tidak enak orang yang lewat atau melihatnya.
Allah berfirman :

وَالَّذِينَ ي ؤُْذُونَ الْمُؤْمِنِيَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيِْ مَا اكْتَسَبُوا فَ قَدِ احْتَمَلُوا ب هُْتَانًا وَإِثًْْا مُبِينًا
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS al-Ahzab [33]: 58)
Rasulullah bersabda :

اتَّ قُوا اللَّعَّان يَِْ قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ الِلَّ قَالَ الَّذِي ي تََخَلَّى فِ طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِ ظِلِّهِمْ

"Jauhilah oleh kalian dua perkara yang menyebabkan laknat." "Apakah itu, wahai Rasulullah? tanya para Sahabat.
Rasulullah ,menjawab, "Yaitu orang yang buang hajat di jalan yang dilalui manusia atau di tempat berteduh mereka." (HR Muslim: 269)
Semoga bermanfaat..

Jumat, 16 Januari 2015

Pandangan Islam Tentang Melestarikan Lingkungan

Lingkungan yang ada di permukaan bumi ini meliputi lingkungan air, udara, tanah yang kita diami serta tumbuhan dan hewan.6 Berikut ini kami paparkan sebagian bentuk perhatian Islam terhadap lingkungan di atas.

A. Air Sumber Kehidupan

Air adalah sumber kehidupan. Air memegang peranan penting dalam alam semesta ini. Allah menyebutkan dalam firman-Nya :

أَوَلَ ي رََ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَان تََا رَتْ قًا فَ فَتَ قْنَاهَُُا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا ي ؤُْمِنُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS al-Anbiya’ [21]: 30)

Al-Imam Ibn al-Qayyim berkata, "Air adalah sumber kehidupan, tuannya minuman, unsur terpenting bagi alam semesta, bahkan ia adalah unsur yang asasi. Sesungguhnya awan-awan itu berasal dari uapan air, dan bumi dari buihnya. Dengan air, segala sesuatu menjadi hidup.
Sungguh air adalah nikmat Allah yang sangat besar kepada para hamba-Nya. Dia menurunkan air dengan kadar tertentu untuk menjaga keseimbangan bumi dalam menerimanya.

Allah berfirman :

وَأَنْ زَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاء بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاه فِ الأرْضِ وَإِنَّا عَلَى ذَىَابٍ بِوِ لَقَادِرُونَ

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi. dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS al-Mu’minun [23]: 18)

Al-Imam Ibn Katsir mengatakan. "Dalam ayat ini, Allah عزّوجلّ menyebutkan nikmat-Nya yang tak terhingga kepada para hamba-Nya. Dia menurunkan air hujan menurut suatu ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. tidak terlalu banyak hingga merusak bumi dan bangunan, tidak pula sedikit sehingga tidak mencukupi untuk pertanian dan cocok tanam. Bahkan Allah mengaturnya sesuai dengan kebutuhan. untuk pengairan, minum atau untuk diambil manfaatnya.
Perhatian Islam terhadap lingkungan air ini sangat besar, baik itu air yang ada di laut, sungai, lembah atau yang di sekitar kita. Islam melarang dengan sangat keras pencemaran atau perusakan terhadap air.

Allah berfirman :

وَلا ت فُْسِدُوا فِ الأرْضِ ب عَْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوه خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحمَْة الِلَّ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِيَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. sesudah (Allah) memperbaikinya dan ber-doalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS al-A'raf [7]: 56)

Bahkan yang namanya "merusak bumi" adalah sifat yang tercela, tidak menunaikan amanat dalam me-makmurkan bumi. 

Allah berfirman : 

وَإِذَا تَ وَلَّ سَعَى فِ الأرْضِ لِيُ فْسِدَ فِيهَا وَي هُْلِكَ الَْْرْثَ وَالنَّسْلَ وَالِلَّ لا يُُِ ب الْفَسَادَ

Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak. dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (QS al-Baqarah [2]: 205)

Al-Imam al-Qurtubi mengatakan, "Ayat ini sesuai dengan keumumannya. mencakup segala kerusakan baik di bumi maupun kerusakan terhadap harta dan agama. Dan ini adalah yang benar, insya Allah.
Demikian pula jika kita simak hadits-hadits Rasulullah.SAW sangat banyak yang mengisyaratkan untuk menjaga lingkungan air dan larangan dari mengotori dan merusaknya.

Di antaranya, Nabi bersabda :

لَا ي بَُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِ الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يََْرِي ثُ ي غَْتَسِ لُ فِيوِ

"Janganlah salah seorang di antara kalian kencing pada air yang tidak mengalir kemudian mandi di dalamnya." (HR al-Bukhari: 236, Muslim: 282)

Rasulullah juga bersabda :

اِتَّ قُوا الْمَلَاعِنَ الثّلَاثَةَ الْبَ رَازَ فِ الْمَوَا رِدِ وَقَارِعَةِ طَرِيقِ وَالظِّلِّ

"Takutlah kalian dari tiga perbuatan yang terlaknat : buang hajat di saluran tempat air, di tengah jalan, dan tempat berteduhnya manusia.

Hadits-hadits tadi menunjukkan haramnya mengotori, menajiskan, dan mencemarkan air. Ini adalah dalil umum yang masuk ke dalamnya juga larangan mengotori sumber-sumber pengairan dengan membuang sampah, limbah beracun dan sebagainya. Apalagi pencemaran semacam ini tingkat bahayanya melebihi hanya sekadar buang hajat atau mandi. Oleh karena itu, sebagian ahli ilmu menegaskan bahwa apa yang terkandung dalam hadits ini hanya sebagai peringatan akan bahayanya. Masuk dalam larangan hadits di atas segala sesuatu yang mengotori dan mencemarkan air.
Semoga bermanfaat untuk sesama..

Senin, 12 Januari 2015

Pandangan Islam Terhadap Lingkungan Hidup

Allah banyak menyebutkan di dalam kitab-Nya yang mulia ayat-ayat yang berhubungan dengan lingkungan. Allah menjelaskan bahwa Dialah pencipta dan pengatur alam lingkungan ini. Dialah yang menjaga keseimbangan lingkungan dengan pengaturan yang apik dan elok. Penciptaan langit dan bumi, bergilirnya malam dan siang adalah sedikit bukti bahwa Dia Maha Mengatur alam semesta.
Perhatikanlah ayat-ayat berikut ini yang menerangkan bahwa Allah Maha Pencipta lingkungan dan pengaturnya. Allah berfirman :

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاء بِنَاء وَأَنْ زَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاء فَأَخْرَجَ بِوِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تََْعَلُوا لِِلَّ أَنْدَادًا وَأَنْ تُمْ تَ عْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurun-kan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS al-Baqarah [2]: 22)

Firman Allah yang lain :

أَفَ لَمْ ي نَْظُرُوا إِلَ السَّمَاءِ فَ وْقَ هُمْ كَيْفَ ب نََ يْ نَاىَا وَزَي نََّّاىَا وَمَا لََاَ مِنْ فُ رُوجٍ
. وَالأرْضَ مَدَدْنَاىَا وَأَلْقَيْ نَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْ بَتْ نَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بََِيجٍ .
تَ بْصِرَة وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami
letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). (QS Qaf [50]: 6-8)

Allah berfirman pula :

وَالأرْضَ مَدَدْنَاىَا وَأَلْقَيْ نَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْ بَتْ نَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ
. وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَو بِرَازِقِيَ . وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا
عِنْدَنَا خَزَائِنُو وَمَا ن نَُزِّلُو إِلا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuh-kan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. (QS al-Hijr [15]: 19-21)

Ayat-ayat di atas memberikan pelajaran bagi manusia akan keagungan dan kekuasaan Allah yang sangat besar. Nikmat dan karunia yang tak terhingga telah Dia curahkan
bagi manusia. Ayat-ayat tersebut juga mengingatkan manusia bahwa terjadinya segala sesuatu di alam semesta ini berupa pergiliran siang dan malam, adanya hewan-hewan, tumbuhan yang beraneka ragam, dan segala yang membawa manfaat bagi manusia di bumi adalah untuk mendorong manusia agar berpikir dan merenungi ciptaan-Nya. Ayat-ayat tadi mengingatkan mereka agar bersyukur dan taat kepada Rabb semesta alam bukan malah kufur.

Allah berfirman :

إِنَّ فِ خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّ هَارِ لآيَاتٍ لأولِ
الألْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS Ali 'Imran [3]: 190)

Berpikir dan merenungi makhluk ciptaan Allah akan membawa pengenalan terhadap keagungan dan kebesaran Allah. Hal itu akan menyadarkan manusia bahwa alam ini akan punah dan kembali kepada Rabbnya, yang kemudian Allah akan membalas dengan balasan yang setimpal. Barangsiapa memiliki tujuan seperti ini maka jiwanya akan mampu mengerem segala keinginan hati dan menjadi bersih. 
Semoga bermanfaat..Jazakallah..

Sabtu, 10 Januari 2015

Islam Dan Pelestarian Lingkungan Hidup

MUQODDIMAH

Assalamu'alaikum Wr.Wb...
Bismillahirrohmanirrohim dengan menyebut nama Allah.SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang segala Puji bagi Tuhan pencipta semesta alam..
Sungguh Allah telah menciptakan manusia dan melebihkan mereka di atas seluruh makhluk yang lain. Allah menjadikan segala yang ada di langit dan bumi tunduk untuk manusia.

Allah berfirman :

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِ السَّمَاوَاتِ وَمَا فِ الأرْضِ جََِيعًا مِنْو

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. (QS al-Jasiyah [45]: 13)

Allah juga memilih manusia sebagai makhluk yang memakmurkan bumi ini.

Firman-Nya:

ىُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَ عْمَرَكُمْ فِيهَا

Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya." (QS Hud [11]: 61)

Al-Syaikh 'Abdurrahman al-Sa'di mengatakan, "Yaitu Allah menjadikan kalian sebagai pemakmurnya, memberikan kepada kalian nikmat yang tampak maupun tersembunyi,
menempatkan kalian di muka bumi, hingga kalian dapat membangun, menanam, bercocok tanam sekehendak kalian dan mengambil manfaat serta kebaikannya.

Allah juga menempatkan manusia di bumi ini dan menjadikan mereka sebagai penguasa adalah sebagai bentuk ujian. Tujuannya, untuk membedakan mana yang bagus dalam mengemban amanat dengan yang merusaknya.

Allah menjelaskan dalam firman-Nya:

وَىُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ الأرْضِ وَرَفَعَ ب عَْضَكُمْ فَ وْقَ ب عَْضٍ دَرَجَاتٍ
لِيَبْ لُوَكُمْ فِ مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّو لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-An'am [6]: 165)

Sejalan dengan berlalunya waktu, betapa banyak manusia yang tidak memahami hakikat kehidupannya di bumi. Mereka tidak mengemban amanat dengan baik dalam memakmurkan bumi.

Semakin hari bumi ini tampak semakin rusak. Kerusakan tersebut bisa berupa kerusakan secara maknawi dengan menjamurnya kesyirikan, bidah, dan maksiat. Atau, bisa pula kerusakan yang nyata berupa perusakan lingkungan. Sebenarnya, bagaimanakah perhatian Islam terhadap lingkungan hidup yang kita diami ini? Adakah adab-adab yang harus kita perhatikan dalam melestarikan lingkungan? To Be Continue....

Semoga tulisan ini membawa manfaat & berkah untuk sesama.

Kamis, 25 Desember 2014

Wisata Sehat Air Panas Banyuwedang Bali

Bagi Anda yang selalu menjalani aktivitas pekerjaan secara terus menerus, terkadang Anda merindukan suatu waktu bersantai yang dapat membuat Anda rileks dan nyaman. Sempatkan berkunjung ke obyek wisata Air Panas Banyuwedang ketika Anda berlibur ke Bali. Obyek wisata ini terletak di Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Berjarak sekitar 60 km dari Kota Singaraja. Lokasi ini juga bersebelahan dengan batas kawasan Taman Nasional Bali Barat. Tanaman bakau yang tumbuh mengelilingi pantai asal sumber air panas ini berfungsi untuk mencegah abrasi pantai.

kolam banyuwedang baliAir Panas yang menjadi ikon utama lokasi ini bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai. Air Panas Banyuwedang ini merupakan sumber air panas terbesar. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan tingkat keamanannya, karena lokasi wisata di Bali ini dilengkapi dengan bangunan beton yang berbentuk lingkaran. Bangunan ini berfungsi sebagai tanggul, sehingga pada saat air laut pasang, air panas tersebut tidak tercampur dengan air laut.

Pemprov Bali berencana akan mengembangkan kawasan ini sebagai Kawasan Pariwisata dalam bidang Kesehatan, atau disebut dengan Health Tourism. Karena selain memiliki pemandangan alam yang sangat indah, kandungan belerang di dalam air panasnya sangat tinggi. Oleh karena itu, air panas ini dipercaya oleh warga setempat maupun para wisatawan dapat menyembuhkan beberapa penyakit kulit, seperti panu, kudis, kurap, dan lain sebagainya.

Mengenai fasilitas, sarana dan prasarana di Air Panas Banyuwedang ini Anda tidak perlu khawatir. Tersedia akomodasi hotel bali seperti Naya Gawana Resort and Spa dan The Menjangan, merupakan hotel berbintang di Bali. Jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk sudah diaspal dengan baik. Demikian juga dengan tempat parkirnya juga sudah tersedia. Terdapat juga beberapa kamar mandi tertutup dan dilengkapi juga dengan toilet.
Yang punya planing liburan ke Bali rekomend dari saya harus kesini nih.

Rabu, 10 Desember 2014

Jelajah Raso Makanan Khas Sumatera Selatan

Empek-empek
Siapa yang tidak mengenal empek-empek ? Makanan khas dari dearah Sumatera selatan, khususnya Palembang ini sudah menjadi makanan kegemaran masyarakat Indonesian pada umumnya. Empek-empak adalah kudapan yang terbuat dari ikan dan tepung sagu. Biasanya disajikan bersama kuah cuka (cuko) yang berwarna hitam kecoklatan, potongan ketimun, sedikit mie basah atau soun serta udang kering yang ditumbuk (ebi). Ikan yang digunakan untuk pembuatan empek-empek adalah ikan belida yang berada di sungai Musi. Seiring dengan langkanya ikan belida makan jenis ikan lainnya digunakan sebagai pengganti, antara lain ikan gabus, tenggiri, ikan ekor kuning, parang-prang, ikan sebelah dan kakap merah.
Belum jelas siapa dan bagaimana sejarah terjadinya empek-empek. Namun menurut cerita rakyat masyarakat Palembang, empek-empek adalah hasil kreasi Apek (sebutan/panggilan bagi kaum lelaki masyarakat Cina) yang mengolah kelebihan ikan di daerah tersebut. Penjaja kudapan baru ini dipanggil Mpek/Apek sehingga terciptalah nama Empek-empek. Berdasarkan cerita rakyat tesebut, sangatlah mungkin empek-empek adalah adaptasi dari makanan Cina seperti bakso ikan, ngoh yang dan kekian.

Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam", yaitu telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting.

Mie celor
Satu lagi kuliner khas Palembang yang harus di ketahui dan tentunya di cicipi, namanya adalah mie celor. selama ini kita mungkin mengenal palembang dengan empek-empek atau yang sudah saya tampilkan sebelumnya yaitu celimpungan. Ternyata palembang juga memiliki kuliner khas lain yang berbahan dasar mie dan di beri nma mie celor.
Mie dari mie celor ini terbuat dari mie basah biasa. Yang berbeda adalah kuahnya. Kuahnya agak kental dan diberi udang. Yang khas dari mie celor adalah irisan telur rebus plus toge rebus yang dimakan bersama mie dan kuah udang tadi. Rasanya agak hot sedikit karena dicampur dengan cabe merah. Tapi biasanya wong Palembang akan makan dengan cabe hijau halus yang telah tersedia di masing-masing meja restoran karena kurang pedas, katanya. tapi bagi yang kurang suka dengan pedas mie celor juga sudah cukup pedas. Selain itu, di setiap meja makan disediakan kerupuk ikan palembang atau rempeyek kacang. Tentunya tidak gratis, harus bayar terpisah tergantung jumlah kerupuk atau rempeyek yang dimakan. Harga seporsi mie celor adalah Rp 10.000, jadi anda tidak perlu "pusing " setelah menyantap salah satu kuliner khas palembang ini. untuk kita yang tinggal jauh dari palembang tidak perlu khawatir tidak bisa menikmati kuliner khas ini, karena kita bisa membuatnya sendiri di rumah. bahan yang di gunakan relatif mudah di dapat dan membuatnya pun tidak susah-susah baget. silahkan klik disini untuk melihat resep dan cara membua mie celor khas palembang ini.
Salah satu restoran atau tempat makan mie celor asli Palembang yang terkenal terletak di Jalan Pasar 26 Ilir. Restorannya tidak begitu besar dan sederhana, tetapi banyak pejabat negara yang mampir ke restoran ini untuk menikmati rasa mie celornya yang lezat. Dan konon restoran ini bahkan menjadi langganan gubernur Sumatera Selatan jika beliau atau keluarganya memiliki hajatan.

Es Kacang Merah
Es kacang merah sebenarnya juga bukan hanya terdapat di Palembang, tetapi di kota Manado juga ada, tetapi walaupun namanya sama es kacang merah yang ada di Palembang dan yang ada di manado Manado sangat berbeda, hanya kacang merahnya saja yang membuat keduanya sama, tapi untuk yang lainnya berbeda. Dan disini saya akan fokus membahas es kacang merah yang ada di palembang.

Di dalam es kacang merah terdapat berbagai macam campuran bahan, yaitu cincau, tape, dawet, nangka dan yang tentunya kacang merahnya. Sedangkan untuk sirupnya sendiri adalah sirup merah (coco pandan), susu dan untuk tambah nikmatnya adalah cokelat cair. Bisa di bilang minuman ini adalah minimalis dari segi bahan tetapi maximalis dari segi rasa.silahkan lihat resep dan cara membuatnya disini.
Di kota plembang dan sekitarnya kita akan dengan mudah menemukan iminuman sehar yang satu ini, biasanya es kacang merah disuguhin untuk teman makan pempek atau berbagai macam makanan khas Palembang lainnya. Tetapi es kacang merah juga biasa diminum ketika waktu senggang, apalagi ketika cuaca sedang panas, dijamin anda akan langsung segar dan bersemangat lagi.